Posts

Sangkut

Image
Kamini
Ada yang bilang kalau hanya butuh waktu singkat untuk mengetahui apakah jiwa kita bertalian dengan jiwa orang lain. Melalui kontak mata, itu semua bisa terjawab. Dua pasang mata kini tengah beradu tanpa pretensi, dan saat itulah aku tersadar.

Matanya besar dan gelap. Namun ini bukan soal apakah matanya indah atau tidak. Aku hendak memberitahu apa yang aku temukan dari dua bola mata itu. Jurang. Ya, aku menemukan jurang yang begitu curam, dalam, dan membuatku terperenyak; aku jatuh bebas ke dalamnya! Gelap… gelap… menarikku begitu kuat, membuatku tak berdaya, hingga aku sadar ada yang mencelus di dalam diriku.

Sekujur tubuhku bergidik. Perasaan ini baru. Dan biasanya, sesuatu yang baru akan terus mengejar ke mana pun kamu berpindah, bergerak, hingga kita tahu rupa asli beserta namanya. Apa ini? 14 Mei 2017
Kama
Matanya besar dan gelap. Mungkin tidak sebesar mataku, tapi bulatnya begitu teduh oleh sebaris bulu mata lentik yang rindang membingkai matanya. Ia berjaga-jaga, gerakan kelopa…

Sepuluh Jam

Image
“Aku ingin menghabiskan malam dengan berciuman denganmu.” Tanpa menengok, aku tahu ada gelak senyum di sana. Aku merasakannya. Kamu nyengir sembari menundukkan kepala, menatapi gelas kopi yang kau pegang dengan ujung-ujung jemarimu. Kau putar-putar gelas itu seraya perlahan memiringkan kepalamu, menatapku masih dengan tersenyum. Kedua bibirmu terbuka tertutup, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi menariknya kembali—seperti sedang mencari-cari kata yang tepat.
"Berapa lama? Sepanjang malam?"  Aku balik tersenyum sambil memalingkan wajah. "Ya, selama kita mampu—sepanjang malam lebih bagus."

Jarak antara kursi kita dipisahkan meja kecil yang sesak oleh dua gelas, dua botol bir kosong, satu vas tanaman artifisial, dan asbak berisi onggokan puntung rokok yang nyaris luber dari wadahnya. Kita tergelak lalu saling menatap dari kursi masing-masing.
"Kenapa, Kami?" tanyamu. Kuisap pangkal rokok sembari berpikir jawaban macam apa yang harus kuberikan, lalu kuembu…

2017, Kelana Si Kontradiksi

Image
Sesuatu yang menarik perhatian, mencolok, atau memberikan kesan yang ekstrem rasanya patut—bahkan akan otomatis—diingat. Itulah mengapa saya putuskan 2017 mesti direkam dalam kata.



Ini bukan tentang pencapaian titel, kesuksesan material, atau prestasi tertulis. Melainkan tentang satu kurun waktu yang mengukir sebuah tonggak dalam perjalanan kehidupan saya sebagai seseorang. Bentuknya tak konkret namun nyata terasa dalam semesta diri saya, yaitu berupa perasaan, pemikiran, dan pemaknaan tentang hidup.

Di beberapa percakapan yang terjadi dengan rekan kerja, keluarga, dan beberapa sahabat, saya mengulas 2017 sebagai 'tahun yang ekstrem'. Penandanya jelas: sejumlah peristiwa yang terjadi setahun belakangan beserta segala rasa yang terlibat di tiap peristiwa tersebut.

Pelik. Tahun ini terasa luar biasa pelik. Pernah tidak kamu mengalami kesulitan untuk menceritakan sesuatu, entah perasaan, kronologis, atau gambaran akan sebuah peristiwa saking rumitnya hal tersebut? Nah, demikian ad…

Fana

Image
Aku sering bertanya-tanya,
Apakah yang nyata pasti selalu berwujud?
Jika ya, bagaimana dengan yang tak terungkap?
Bagaimana dengan yang tak terlihat?
Bagaimana dengan yang tak diujar?

Kita sering bermain sendiri, dalam sanubari atau imajinasi pribadi.
Toh, banyak yang berdiam di sana tanpa ada yang diberi tahu.
Lantas, apakah itu tak nyata? Tapi kita tahu wujudnya dalam hati.

Ruang-ruang rahasia kian rapat oleh yang tak kasat mata.
Ruang-ruang misteri makin terisi oleh yang tak terperi.

Mana yang nyata, hanya sebatas duga.

Bintaro, 9 Desember 2017

Nestapa

Image
Detik-detik itu datang begitu saja. Benakmu terkejut, ingatan kembali terajut.
Satu per satu momen tergambar nyata, satu per satu rasa menjalar, dan lapis per lapis rindu menumpuk.

Sebelum kamu sadari, jiwamu menyalak susah payah, tersengal memanggil yang tak tampak.
Sebelum kamu paham harus apa, rasamu sudah lebih dulu berkata.
Kamu tak tahu bagaimana menggambarkannya. Hanya ini potongan-potongannya:

      dadamu sesak. kerongkonganmu tercekat. perutmu bagai tersedot ke dalam.
      tubuhmu serasa menyusut. mengisut. tak berdaya. tak berkuasa.


Bintaro, 6 Desember 2017

Mereka

Mereka sibuk di belakangku. Meracau tanpa ampun, membuat bibir-bibirnya jadi keriting akibat mengoceh terlalu semangat. Katanya, aku penyakit sosial. Virus yang bisa menjangkiti anak-anaknya dan merusak moral mereka. Sumber dosa bagi para pasangannya yang selalu mengeluh tiap sadar waktunya pulang tiba.

Mereka paling berkuasa di tataran sosial ini—setidaknya kulihat mereka merasa begitu. Karena mereka bisa memvonis tanpa bukti, tapi memakai prasangka yang mengkristal jadi tudingan. Dengan merapalkan barang sekalimat, ujaran mereka membeku jadi fakta. Lalu menyebar. Lalu dipercaya. Lalu diamini. Lalu jadi mata angin dalam bertindak. Lalu memicu reaksi, berkoar-koar bagai sedang memperjuangkan kemerdekaan negara di luar sana. Lalu jadi hukuman bagi orang-orang seperti aku.

Mereka senang. Ambisi hidupnya hanya satu: menentukan nasib orang lain. Mengatur tata dunia lewat kata, dan ajakan bertindak dengan landasan serapuh daun kering. Ah, yang penting massa sudah setuju! Semakin banyak yan…

Feminine Quote from Anaïs Nin

A Spain-Cuban-French author who was famous for her journals. She was also known as a female erotica writer, a title that was rarely found in early 1900s. 

These sentences are all about us, women—a wild thought we keep to ourselves, a covert wish in our prayers:

"I do not want to be the leader. I refuse to be the leader. I want to live darkly and richly in my femaleness. I want a man lying over me, always over me. His will, his pleasure, his desire, his life, his work, his sexuality the touchstone, the command, my pivot. I don’t mind working, holding my ground intellectually, artistically; but as a woman, oh, God, as a woman I want to be dominated. I don’t mind being told to stand on my own feet, not to cling, be all that I am capable of doing, but I am going to be pursued, fucked, possessed by the will of a male at his time, his bidding."


Can't find a better way to express it.

Originally posted on Facebook notes, 1 October 2009