Kemelut Keraton
Prihatin. Kata ini sungguh tepat untuk menggambarkan pandangan saya terhadap apa yang terjadi di tubuh Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Konflik internal keraton sudah menjadi konsumsi publik dalam hitungan tahun, dan malah makin runcing belakangan ini. Saya pikir rekonsiliasi yang sudah terjadi antara "raja kembar" beberapa waktu silam merupakan penyelesaian dari pertarungan kuasa di dalamnya. Tapi nyatanya tidak. Runyam. Tidak bisa dipungkiri kalau eksistensi Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tidak bisa disejajarkan dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang masih berlaku sebagai pemerintah DIY. Namun, satu hal yang tidak bisa dihindari oleh keraton pewaris takhta Mataram ini adalah: perannya sebagai pusat pengetahuan dan keberlangsungan budaya Jawa. Sebagai cagar budaya, warisan kebudayaan, dan satu wujud pengetahuan yang harus dilestarikan. Ini yang menjadi keprihatinan nomor satu saya. Lupakan peran politik keraton yang sudah lama tidak berlaku ...