Posts

Showing posts with the label feature

Kaluku Cottages: Opsi Juara di Utara Tanjung Bira

Image
Tampak depan Kaluku Cottages dari pantai (Foto: Dok. Pribadi) Letaknya memang berada di luar pusat keramaian Tanjung Bira, primadona wisata bahari di Sulawesi Selatan. Walau awalnya tak dirancang untuk tujuan komersial, Kaluku Cottages berhasil membuat para pelancong terpincut berkat pesona autentik yang ditawarkannya. Penginapan ini lantas dipersolek dan alhasil, memberikan pengalaman menginap eksklusif yang terbilang juara di Bira.

[Ulasan Tempat] Klinik Kopi, Secangkir Terapi

Image
Setiap kata "ngopi" muncul, maka yang tersirat di benak kita adalah duduk bersama teman di sebuah kedai kopi sembari berbincang. Tapi kali ini, pengalaman saya menyesap kopi berbeda. Bagaikan pasien, saya harus membuat janji dan mengantre untuk bisa menikmati secangkir kopi di Klinik Kopi. Berawal dari keinginan kakak saya untuk membeli biji kopi khas Jawa, kami berdua lalu mencari tahu soal tempat yang menjual biji kopi di Yogyakarta. Dari beberapa pilihan informasi yang kami peroleh melalui internet dan rekomendasi teman saya, Kartika Pratiwi, maka Klinik Kopi langsung menjadi destinasi utama kami. Hal ini tak lain karena tempat tersebut memiliki informasi terlengkap seputar biji kopi di antara pilihan tempat lain yang kami dapatkan. Selain itu, jujur saja, judul "klinik" berhasil memancing rasa ingin tahu kami lebih dalam soal konsep tempat ini. Melalui informasi yang tertera di laman resminya ( www.sindorogreenbean.com dan www.klinikkopi.wordpress.com ), k...

[Ulasan Hotel] Pasti Ingin Kembali

Image
Ada jejak memori tentang kenyamanan, kepuasan, dan keengganan meninggalkan Kota Kembang selama lima malam saya menginap di akomodasi unik ini. Bagi saya, Cottonwood Bed & Breakfast memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menjadi penghuni sementara Bandung, lebih dari sebatas turis. Perjalanan saya pada akhir September 2013 ke Bandung sebenarnya tidak sepenuhnya memiliki tujuan utama untuk liburan. Ada beberapa urusan yang mengharuskan saya pergi bersama suami selama enam hari ke sana. Namun, ini adalah pertama kali saya bertandang ke kota tersebut tanpa penginapan gratis, alias rumah atau kos-kosan teman. Saya teringat informasi dari seorang teman yang menyebutkan fasilitas akomodasi baru nan unik di Bandung, yaitu Cottonwood Bed & Breakfast. Nah, tentu saja ini adalah momen yang tepat untuk langsung mencoba menginap di sana! Lokasi penginapan ini terbilang mudah untuk ditemukan, apalagi letaknya berada dekat dari Tol Pasteur, tepatnya tak lebih dari lima menit b...

Tidung: The Weekender's Beach

Image
Warna air laut di depan saya semakin memuda, biru tua yang telah menjadi pemandangan saya selama tiga jam tadi digantikan oleh hijau bening yang menyegarkan mata. Keheningan di kapal kayu berkapasitas 100 orang ini  berubah ramai, mereka yang tadinya terlelap jenuh kini telah sadar kembali dan mengisi kapal dengan celetukan-celetukan atau obrolan antusias karena akan segera sampai di Pulau Tidung. Berisik mesin kapal berganti suara riak air yang mengombang-ambingkan kapal  tumpangan kami untuk segera bersandar di dermaga. Saya tengok penunjuk waktu di tangan saya, hampir pukul 10.00, hari masih begitu muda untuk menikmati akhir pekan di Pulau Tidung.

Keraton Ratu Boko

Image
Ini kali ketiga bagi saya menginjakkan kaki di tempat ini. Aura itu masih hadir, aroma misterius itu menyelubungi saya dan seolah menarik paksa jiwa saya menuju kehidupan beberapa abad silam, peradaban masyarakat masa bahkan sebelum Majapahit.  Pintu gerbang batu hitam berdiri megah di ujung jalan panjang, beberapa anak tangga dihiasi oleh dua ekor domba yang berdiri diam, memamerkan kecantikan mereka dan berlagak layaknya penerima tamu bagi para pengunjung yang hendak memasuki obyek wisata sejarah ini. Situs Ratu Boko merupakan salah satu tujuan wisata lokal yang begitu sarat makna dan nilai sejarah. Seringkali orang salah menyebut nama tempat itu dengan Candi Ratu Boko, mungkin karena situs yang terbuat dari batu identik dengan identifikasi ‘candi’. Namun, tempat ini memang berbeda. Situs Ratu Boko dahulu pernah berdiri dengan megah sebagai kediaman sebuah kerajaan, pimpinan Prabu Boko, di era sebelum era Majapahit yang begitu berkuasa itu dikenal. Berbeda d...

Food for Weekenders on JalanJalan Magazine

Image
To read it, click the sentence below Food for Weekenders by Kania Laksita Bandung culinary review on JalanJalan Magazine, August 2009

FESTIVAL MATA AIR 2009: TANAM POHON, TANGKAP AIR

Image
Bukan gerbang mewah yang saya lalui untuk memasuki arena festival. Saya dan dua teman menanjaki tebing berpagar obor-obor yang menjadi satu-satunya alat penerang jalan menapak kami. Di sisi kanan dan kiri, tumbuhan liar dilatari paduan suara tonggeret menggiring rasa tak sabar saya untuk segera sampai di area hutan Mata Air Senjoyo.  Selama tiga hari, tepatnya dari 9-11 Oktober, Salatiga akan diramaikan oleh Festival Mata Air 2009, sebuah festival tahunan yang diadakan oleh Komunitas TUK. Komunitas TUK yang merupakan kependekan dari Komunitas Tanam Untuk Kehidupan adalah sebuah perkumpulan anak-anak muda Salatiga yang peduli dengan permasalahan lingkungan dan menganggap seni merupakan wadah yang sesuai untuk menyampaikan pesan peduli lingkungan terhadap masyarakat. Menurut pihak TUK, Festival Mata Air tidak hanya sebagai sebuah pesta atau pagelaran seni biasa, melainkan merupakan kumpulan dari program-program kerja Komunitas TUK selama setahun yang bisa dinikmati secara sere...

Batu Karas, Pantai Kecil yang Selalu Ramah

Image
Deburan ombak terdengar sayup-sayup dari balik bukit itu. Tak lama setelah menuruni bukit yang mengungkung pemandangan ke arah pantai, tampak hamparan pasir berbentuk setengah lingkaran. Anak kecil berlarian sambil memegang papan selancar, hendak menyambut ombak yang menerjang. Saat itu, kita bisa tidak sabar untuk berlari ke arah pasir, ikut merasakan kelembutannya,  lalu bermain bersama buih-buih ombak. Pantai satu ini tampak tenang sekali. Dengan suasananya yang tidak ramai seperti pantai lainnya, kita bisa dibuat merasa seperti pemilik Batu Karas, pantai yang bersembunyi di balik bukit. Jika hari baru saja dimulai di Batu Karas, maka matahari yang bersembunyi di balik bukit perlahan menapaki cakrawala, menyapa dengan hangat. Para pedagang mulai menyiapkan lapaknya, dan masyarakat setempat mulai sibuk melakukan aktivitas mereka, aktivitas keseharian yang takkan ditemui di kota besar. Batu Karas pagi hari begitu hangat, hangat oleh senyuman mentari dan senyuman...